Oleh: yanuangga | Maret 26, 2010

Firewall

Firewall adalah suatu peralatan keamanan yang menjadi satu keharusan bagi setiap komputer yang terhubung jaringan ataupun internet dan juga menjadi suatu jenis aplikasi yang menyediakan sistem keamanan pada jaringan pribadi (private networks). Firewall yang dipasang dengan cara yang tidak benar berisiko sama seperti tanpa firewall. Pada dasarnya firewall akan menambah perlindungan terhadap sistem private network yang terhubung dengan jaringan atau internet. Tetapi hal ini tidak akan menangkal cracker yang benar – benar ingin masuk dan merusak sistem. Firewall bertugas di pintu gerbang masuk jaringan dan setiap packet yang melalui perlu mematuhi policy firewall tersebut. Terdapat dua jenis firewall yang menjadi kegunaan umum di internet saat ini, yaitu :

A. Packet Filtering Router

Pada dasarnya, setiap data yang akan dikirimkan dalam jaringan atau internet adalah packet. Dalam packet data ini ada yang dinamakan header dan ada yang dinamakan body. Aplikasi Firewall seperti pf(OpenBSD), ipfw/2(FreeBSD dan NetBSD), dan iptables (Linux) mempunyai aturan khas di dalamnya yang disebut filtering intructions.

Pada Linux, iptables melihat header dari packet data ini untuk kemudian dianalisa apakah di-deny (membiarkan packet tersebut seolah-olah tidak pernah diterima), di-accept (menerima packet tersebut untuk diproses lebih lanjut), atau di-reject (menolak dan memberitahu pengirim bahwa packet data tidak bisa diterima). Aturan – aturan ini biasanya dikenal dengan akronim “rule chain”.

Kriteria – kriteria packet matching bergantung pada kebiasaan yang digunakan, bisa memperkenalkan aturan yang bertindak berdasarkan alamat IP sumber paket, alamat IP destinasi paket, nomor port sumber, nomor port destinasi (untuk protokol yang membenarkan mekanisme protokol seperti TCP), hingga ke jenis paket (ICMP, UDP atau TCP).

B. Proxy Server

Fungsinya dijalankan dengan daemon authentication (proses – proses yang berjalan di background dan berinteraksi secara terus – menerus dengan sistem) dan akan meneruskan paket – paket data ke multi-homed host atau host-host lain.

Kebanyakan situs di internet menggunakan kombinasi kedua jenis firewall ini. Dalam hal ini, hanya sebuah atau beberapak host yang dikenali dengan nama bastion host(s) yang dibenarkan untuk meneruskan paket – paket melalui packet filtering router ke dalam private network

Iklan

Responses

  1. makasih ya infonya. jangan lupa berkunjung

  2. […] [6] https://yanuangga.wordpress.com/2010/03/26/firewall/ […]

  3. Informasi yang anda tulis dalam blog ini sangat bermanfaat, terima kasih.

    Nama : Rachmat Vidiansyah
    Email: rachmat.35e@mma.ipb.ac.id
    Web : http://rachmat.blogstudent.mb.ipb.ac.id/

    • Sama-sama, terima kasih sudah berkunjung 🙂

  4. […] Yanuangga , 2010,  Firewall, https://yanuangga.wordpress.com/2010/03/26/firewall/ […]

  5. Informasi ini sangat bermanfaat , terima kasih. kUNJUNGI Web Side kami rachmat.blogstudent.mb.ipb.ac.id

    • yup sama-sama, nice share gan

  6. mantap gan infonya…
    kl mau kunjungi: http://harimurti.blogstudent.mb.ipb.ac.id/
    tuker info…hehehehehehe

    • Sama-sama gan, tengkyu juga share blog nya 😀

  7. […] https://yanuangga.wordpress.com/2010/03/26/firewall/#comment-36 […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: